Ketegangan Denmark-AS: Ancaman dan Pengkhianatan di Greenland
ORBITINDONESIA.COM – "Sangat tidak menghormati," demikian ungkap veteran Denmark Gerth Sloth Berthelsen mengenai ancaman AS terhadap Greenland.
Hubungan antara Denmark dan Amerika Serikat mengalami ketegangan setelah Presiden Trump berupaya untuk "mengakuisisi" Greenland, wilayah otonom Denmark. Meskipun kemudian menarik kembali ancamannya, kejadian ini meninggalkan rasa ketidakpercayaan mendalam di kalangan warga Denmark dan Greenland.
Denmark memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan AS dalam misi NATO dan perdamaian PBB. Namun, ancaman terhadap Greenland memicu rasa takut dan pengkhianatan. Partisipasi Denmark di Afghanistan dan Irak menunjukkan komitmen kuat mereka, sementara ancaman AS merusak hubungan ini. Data menunjukkan bahwa 41 tentara Denmark tewas di Afghanistan, angka yang tinggi untuk populasi kecil Denmark.
Veteran seperti Berthelsen merasa terkhianati oleh tindakan AS yang meremehkan pengorbanan mereka. Salik Augustinussen menulis surat terbuka kepada warga AS, menekankan solidaritas Denmark pasca serangan 9/11. Rasa kecewa ini diperkuat oleh retorika Trump yang menyebut kontribusi NATO di Afghanistan tidak berarti.
Ketegangan ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan hubungan AS-Denmark. Apakah solidaritas militer dapat bertahan menghadapi politik yang berubah? Dunia menanti apakah perjanjian Greenland yang baru dapat mengatasi keretakan ini atau justru memperdalamnya.
(Orbit dari berbagai sumber, 27 Januari 2026)