Krisis Tarif Mengancam Industri Bourbon AS, Suntory Hadapi Tekanan
ORBITINDONESIA.COM – Suntory Global Spirits menghadapi tantangan berat di tengah krisis tarif perdagangan global, mengancam operasional mereka di Kentucky.
Krisis tarif global telah memukul industri bourbon AS, dengan Suntory Global Spirits sebagai salah satu korban terbaru. Perusahaan ini memiliki lebih dari 1,000 karyawan di Kentucky, namun harus mempertimbangkan jeda produksi di salah satu pabriknya.
Berdasarkan data Asosiasi Distiller Kentucky, ada lebih dari 16 juta barel bourbon di gudang, jumlah tertinggi yang pernah ada. Dengan pajak negara bagian yang menekan, produsen bourbon menghadapi biaya yang sangat besar, hingga $75 juta tahun ini.
Tarif balasan terhadap barang AS menyusul kebijakan perdagangan Presiden Trump telah memperburuk situasi. KDA menyerukan kembalinya perdagangan bebas tarif yang saling menguntungkan, namun ketegangan dengan Kanada dan negara lain tetap tinggi.
Dengan tekanan ekonomi global yang meningkat, masa depan industri bourbon AS terlihat suram. Akankah ada solusi untuk mengatasi krisis ini, atau akankah ini menjadi awal dari kemunduran besar bagi produsen minuman beralkohol AS?
(Orbit dari berbagai sumber, 23 Desember 2025)