Box Office The Odyssey Tembus US$90 Juta, Hadestown Pecahkan Rekor

Deadline

Deadline

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Box office The Odyssey kembali mengguncang bioskop Amerika Utara dengan pemasukan akhir pekan kedua sekitar US$90 juta, sebuah capaian langka untuk film berating R. Di saat yang sama, Hadestown versi tangkapan panggung Broadway debut sekitar US$10,243 juta dan memecahkan rekor untuk Bleecker Street.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Artikel sumber menyorot Minggu yang “over-drive”, karena lonjakan pemasukan The Odyssey dan Hadestown terjadi bersamaan saat kalender rilis tidak diisi oleh entri studio besar baru. Total pasar tiga hari diperkirakan sekitar US$140,6 juta sampai US$148,2 juta, turun 20–25% dari tahun lalu, tetapi akumulasi box office 2026 Januari–26 Juli mencapai US$5,7 miliar atau naik 10%.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Di level industri, narasi besarnya adalah kesehatan bioskop yang mulai stabil: film tenda besar tetap menarik massa, sementara “event cinema” seperti rekaman panggung Broadway menemukan audiensnya sendiri. Namun di balik angka besar, ada pertanyaan tentang distribusi layar, format premium, dan apakah pasar makin bergantung pada segelintir judul raksasa.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

The Odyssey mencetak akhir pekan kedua sekitar US$87–90 juta dari sekitar 3.924–3.942 layar, dengan penurunan hanya sekitar 30–32% dari pekan pertama. Angka itu menyamai Top Gun: Maverick pada daftar “best sophomore frames”, dan menjadi akhir pekan kedua terbaik untuk film R setelah Deadpool & Wolverine (US$96,8 juta).

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Secara domestik, kumulatif The Odyssey sudah berada di kisaran US$286,3–289,3 juta, menjadikannya film R terlaris tahun ini, melampaui Obsession (sekitar US$259,8–261,3 juta). Secara global, film ini disebut sudah mencapai sekitar US$639,6 juta setelah “second global frame” US$215,3 juta.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Kunci pentingnya ada pada format premium: Imax, PLF, dan 70MM menyumbang 57% dari pemasukan akhir pekan kedua, naik dari 53% pada pekan pembuka. Rinciannya, Imax menyumbang 27% (5% Imax 70MM dan 22% digital), sementara PLF 19% dengan Dolby sekitar 4% dari porsi itu.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Data lokasi juga menegaskan “hukum layar minoritas”: hanya sebagian kecil layar yang mendorong sebagian besar pendapatan film tenda besar. Di 34 layar Imax 70MM, beberapa lokasi teratas seperti TCL Chinese Theatre mencatat sekitar US$254 ribu hingga akhir Sabtu, dan venue itu bahkan disebut menorehkan rekor pendapatan sepanjang masa untuk penjualan plus prajual The Odyssey sekitar US$2,48 juta, melewati Oppenheimer (US$2,38 juta).

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Di sisi kontra-programming, Hadestown membuka sekitar US$9,69–10,243 juta di 1.949 lokasi, mengungguli pembukaan Hamilton versi tangkapan panggung (US$10,1 juta) dan menjadi rekor pembukaan Bleecker Street. Menariknya, pencapaian ini terjadi tanpa bantuan layar PLF, dan exhibitor melaporkan adanya penonton yang menonton ulang.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Judul lain bergerak lebih kecil namun memberi warna: Motor City (IFC) membuka sekitar US$1,625 juta dari 1.600 layar, sedangkan Her Private Hell (Neon) sekitar US$530 ribu dari 670–675 lokasi. Di puncak tahunan, Toy Story 5 dikabarkan menembus US$1,022 miliar global, memperlihatkan dua kutub pasar: animasi keluarga yang “long run” dan film dewasa yang “premium-driven”.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Ledakan box office The Odyssey memperlihatkan bahwa “kekuatan layar” kini bukan semata jumlah bioskop, melainkan kualitas pengalaman menonton. Ketika 57% pendapatan datang dari format premium, film menjadi produk teknologi sekaligus seni, dan harga tiket mahal berubah menjadi mesin utama pertumbuhan.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Implikasinya tajam: studio tidak selalu butuh 4.000+ layar untuk “rake in a ton”, tetapi mereka butuh akses ke layar premium yang terbatas. Perebutan Imax—bahkan saat ada Spider-Man: Brand New Day diproyeksikan membuka US$200 juta+—menunjukkan bahwa jadwal layar premium bisa menjadi medan kompetisi yang lebih menentukan daripada kampanye iklan.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Hadestown memberi pelajaran lain: event cinema bisa menjadi jalur baru monetisasi teater, terutama ketika konten panggung diposisikan sebagai pengalaman komunal yang tidak tergantikan streaming. Tetapi kesuksesan semacam ini juga rentan “front-loaded”, sehingga tantangannya adalah memperpanjang napas tayang lewat booking tambahan, jam tayang fleksibel, dan komunitas penggemar yang aktif.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Di balik klaim “industri sehat”, ketergantungan pada beberapa judul superbesar tetap mengintai, karena pasar bisa terlihat kuat hanya karena satu atau dua film raksasa. Jika porsi pendapatan makin terkonsentrasi pada premium dan tentpole, film menengah dan kecil akan semakin sulit bersaing, kecuali menemukan ceruk seperti festival buzz, komunitas, atau strategi event.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Akhir pekan ini menegaskan dua kata kunci yang sedang dicari publik: box office dan Imax, karena keduanya kini saling mengunci dalam cara baru orang “membayar” pengalaman menonton. The Odyssey menang karena memadukan momentum penonton, format premium, dan distribusi layar yang tepat, sementara Hadestown menang karena menjadikan panggung sebagai peristiwa sinema.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)

Perenungan akhirnya sederhana namun mengganggu: jika masa depan bioskop ditentukan oleh layar premium dan segelintir judul raksasa, di mana ruang bagi film yang tidak punya “mesin” itu. Mungkin jawabannya ada pada keberanian industri memperlakukan pengalaman menonton sebagai ekosistem, bukan hanya lomba angka pembukaan.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)