Kongres AS: Di Bawah Bayang-bayang Ketidakproduktifan

ORBITINDONESIA.COM – Kongres Amerika Serikat menghadapi krisis produktivitas terburuk dalam sejarah modern, membayangi akhir tahun dengan ketidakpuasan yang mendalam dan tantangan struktural yang kompleks.

Pada tahun akhir ini, Kongres AS berada dalam bayang-bayang shutdown pemerintah terpanjang dan reputasi sebagai lembaga yang paling tidak produktif di era modern. Banyak anggota parlemen yang mengundurkan diri menjelang pemilihan paruh waktu tahun depan, menunjukkan ketidakpuasan terhadap fungsi legislatif yang stagnan.

Studi menunjukkan bahwa banyak anggota parlemen meninggalkan Kongres karena disfungsi institusi, ancaman kematian, dan kegagalan menyelesaikan kebijakan. Kekuasaan yang terpusat pada pimpinan partai mengorbankan peran komite, menghambat kesempatan legislasi anggota parlemen. Jadwal kerja Kongres yang pendek juga menyulitkan konsensus.

Pergeseran kekuasaan dari Kongres ke cabang eksekutif menjadi perhatian utama, memperlihatkan penurunan otoritas Kongres. Tarik ulur kekuasaan ini memperburuk disfungsi dan memicu partisanship yang kian mendalam, menjadikan Kongres semakin tidak efektif dalam menjalankan peran konstitusionalnya.

Perlu adanya patriotisme dan semangat baru untuk memperbaiki keadaan Kongres. Tanpa perbaikan, fungsi legislatif akan terus tergerus, membahayakan masa depan demokrasi. Pertanyaan yang tersisa adalah: apakah kita siap mengorbankan kenyamanan demi masa depan yang lebih baik?

(Orbit dari berbagai sumber, 22 Desember 2025)