Kontroversi Studi Vaksin Hepatitis B di Afrika: Etika Dipertanyakan
ORBITINDONESIA.COM – Keputusan untuk memberikan kontrak senilai $1,6 juta kepada universitas Denmark untuk penelitian vaksin hepatitis B pada bayi baru lahir di Afrika menuai kritik dan kekhawatiran etis.
Pemerintahan Trump memberikan kontrak tanpa tender kepada Universitas Southern Denmark untuk meneliti vaksin hepatitis B pada bayi di Afrika. Penelitian ini direncanakan di Guinea-Bissau, negara miskin di Afrika Barat di mana infeksi hepatitis B umum terjadi.
Penelitian ini akan melibatkan uji coba terkontrol secara acak dengan beberapa bayi diberikan vaksin dan lainnya tidak. Para ahli kesehatan masyarakat memandang penahanan vaksin pada bayi, terutama bayi kulit hitam, sebagai tindakan yang tidak etis.
Beberapa ahli membandingkan penelitian ini dengan Studi Tuskegee yang terkenal, menyoroti potensi dampak negatif jika tindakan medis yang dapat mencegah penyakit tidak diberikan.
Penelitian ini membangkitkan pertanyaan mendalam tentang etika dan tanggung jawab ilmiah. Apakah eksperimen semacam ini di Afrika dapat dibenarkan demi ilmu pengetahuan, atau apakah ini hanya mengulangi kesalahan sejarah?