Studi: Konsumsi Keju dan Krim Tinggi Lemak Turunkan Risiko Demensia
ORBITINDONESIA.COM – Penelitian di Swedia menunjukkan hubungan antara konsumsi keju dan krim tinggi lemak dengan penurunan risiko demensia. Penemuan ini menantang asumsi lama tentang lemak dan kesehatan otak.
Perdebatan tentang diet tinggi lemak versus rendah lemak telah mempengaruhi nasihat kesehatan selama beberapa dekade. Keju sering kali dianggap sebagai makanan yang harus dibatasi. Namun, studi terbaru di Swedia menyajikan perspektif baru tentang bagaimana konsumsi produk susu tinggi lemak dapat berdampak pada risiko demensia.
Peneliti menganalisis data dari 27,670 orang dengan usia rata-rata 58 tahun selama 25 tahun. Konsumsi 20 gram atau lebih krim tinggi lemak per hari dikaitkan dengan penurunan risiko demensia sebesar 16%. Sementara itu, konsumsi keju tinggi lemak lebih dari 50 gram per hari menurunkan risiko sebesar 13% dibandingkan dengan konsumsi kurang dari 15 gram per hari. Namun, tidak ditemukan hubungan dengan produk susu rendah lemak lainnya.
Hasil ini mengejutkan mengingat bias pengguna sehat yang biasanya muncul dalam studi observasional. Bias ini menunjukkan orang yang memilih untuk tidak makan keju atau krim mungkin juga membuat pilihan sehat lainnya. Namun, hasil yang berlawanan dari ekspektasi ini membuat temuan ini menarik, meskipun asosiasi dengan demensia kecil.
Penemuan ini menegaskan bahwa tidak semua produk susu memiliki efek yang sama terhadap kesehatan otak. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi apakah konsumsi produk susu tinggi lemak dapat memberikan perlindungan terhadap demensia. Studi serupa di Amerika Serikat juga penting untuk mempertimbangkan perbedaan cara konsumsi keju.
(Orbit dari berbagai sumber, 21 Desember 2025)