Kesepakatan TikTok dan Oracle: Masa Depan Operasi AS

ORBITINDONESIA.COM – TikTok telah menandatangani kesepakatan penting untuk memisahkan operasi AS dengan konsorsium investor termasuk Oracle.

Kesepakatan ini muncul akibat undang-undang 2024 yang melarang aplikasi video pendek jika perusahaan induk TikTok, ByteDance, tidak mengurangi kepemilikannya.

Konsorsium investor yang terdiri dari Oracle, Silver Lake, dan MGX akan memiliki 50% dari TikTok AS. Setiap perusahaan akan memegang 15%, sementara ByteDance dan investor lainnya mempertahankan sisanya.

Kemitraan ini memberi Oracle peran penting dalam pasar cloud AS, menandakan langkah maju setelah penurunan saham akibat hasil keuangan yang mengecewakan.

Kesepakatan ini dapat menjadi angin segar bagi Oracle. Namun, tantangan dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur AI tetap ada. Bagaimana masa depan TikTok di AS akan berkembang masih menjadi pertanyaan terbuka.