TikTok dan Oracle: Aliansi Baru yang Mengubah Lanskap Digital AS
ORBITINDONESIA.COM – Keputusan ByteDance menyerahkan kendali operasi TikTok di AS kepada investor, termasuk Oracle, menandai era baru bagi aplikasi video pendek ini di tengah ketidakpastian panjang.
Sejak 2020, TikTok terjerat dalam kontroversi keamanan nasional AS, memaksa ByteDance untuk menjual operasinya. Ancaman larangan dari pemerintahan Trump memicu perdebatan panjang tentang keamanan data dan kedaulatan digital.
Kesepakatan ini mencerminkan tekanan geopolitik dan ekonomi antara AS dan Tiongkok. Dengan Oracle sebagai mitra keamanan terpercaya, TikTok bertujuan menyimpan data pengguna AS di lingkungan cloud yang aman. Nilai perusahaan baru ini mencapai $14 miliar, meskipun angka akhir belum dipublikasikan.
Keputusan ini memicu beragam opini. Senator Elizabeth Warren mempertanyakan motif di balik kesepakatan ini, mengkritik potensi pengaruh miliarder dalam kebijakan digital AS. Sementara itu, hubungan dekat antara Trump dan CEO Oracle, Larry Ellison, menambah dimensi politik dalam kesepakatan ini.
Kesepakatan ini bisa menjadi preseden bagi perusahaan teknologi lainnya di bawah tekanan geopolitik. Apakah ini solusi jangka panjang atau hanya penanggulangan sementara? Waktu akan menjawab, namun yang pasti, integritas data dan kedaulatan digital tetap menjadi isu sentral.