Musim Liburan: Peningkatan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

ORBITINDONESIA.COM – Saat liburan, risiko serangan jantung dan stroke meningkat drastis, terutama antara Natal dan Tahun Baru. Ini adalah fakta yang tidak bisa diabaikan.

Setiap tahun, peningkatan kematian akibat jantung terlihat jelas selama musim liburan. Dr. Donald Lloyd-Jones dari Framingham Heart Study menjelaskan bahwa faktor risiko memang selalu ada, tetapi liburan sering menjadi titik kritis ketika banyak faktor berkumpul.

Cuaca dingin, infeksi musiman, perubahan gaya hidup, dan stres liburan berkontribusi pada peningkatan risiko. Makanan berlemak dan alkohol yang berlebihan dapat membebani jantung. Sementara itu, stres akut dapat memicu respons fight-or-flight, memperparah situasi.

Seringkali, gejala serangan jantung disalahartikan sebagai gangguan pencernaan. Gejala klasik seperti tekanan berat di dada dan sesak napas harus diwaspadai. Namun, gejala bisa lebih halus, terutama pada wanita, seperti pusing atau nyeri di rahang dan leher.

Liburan seharusnya menjadi waktu untuk bersantai, bukan berakhir di rumah sakit. Penting untuk tidak mengabaikan gejala serius dan segera mencari bantuan medis. Lebih baik aman daripada menyesal. (Orbit dari berbagai sumber, 19 Desember 2025)