Kontroversi Walk of Fame di Gedung Putih Era Trump
ORBITINDONESIA.COM – Presiden Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan mengubah koridor Gedung Putih menjadi Walk of Fame Presiden, yang menyertakan plakat-plakat berisi pandangan partisan dan klaim subjektif.
Berbulan-bulan setelah Presiden Trump mendekorasi ulang koridor West Wing menjadi Walk of Fame Presiden, ia menambahkan plakat-plakat yang bersifat partisan. Hal ini menunjukkan upaya berkelanjutan Trump untuk mengubah narasi sejarah sesuai keinginannya.
Plakat-plakat tersebut menampilkan pandangan Trump yang kontroversial, seperti menyebut Joe Biden sebagai presiden terburuk dan Barack Obama sebagai figur politik paling memecah belah. Selain itu, kritikan terhadap kebijakan George W. Bush juga ditampilkan. Teks-teks itu diklaim ditulis langsung oleh Trump, menambah nuansa personal dalam instalasi ini.
Langkah Trump ini bisa dipandang sebagai upaya untuk menciptakan warisan politiknya sendiri di Gedung Putih. Namun, ini juga menunjukkan bagaimana sejarah dapat dipolitisasi dan disajikan secara sepihak, menciptakan narasi yang mungkin tidak sepenuhnya akurat atau adil.
Kontroversi Walk of Fame ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga integritas sejarah. Apakah kita akan membiarkan narasi sejarah dipengaruhi oleh perspektif politik? Atau, haruskah kita mencari kebenaran yang lebih objektif untuk generasi mendatang?
(Orbit dari berbagai sumber, 19 Desember 2025)