ISIS Bangkit Kembali: Ancaman yang Tak Pernah Padam
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah laporan serangan baru-baru ini, ISIS menunjukkan bahwa ancaman mereka belum sepenuhnya lenyap.
Lebih dari satu dekade lalu, ISIS menguasai wilayah luas di Irak dan Suriah, menebar teror dengan aksi brutal yang mengejutkan dunia. Saat itu, ISIS memiliki lebih dari 40.000 pejuang asing dari 120 negara. Namun, pada 2019, kekhalifahan ISIS yang sempat menguasai jutaan orang runtuh, setelah operasi militer yang dipimpin AS menghancurkan kepemimpinan dan wilayah mereka.
Meskipun kehilangan wilayah, serangan terbaru yang terinspirasi oleh ISIS menimbulkan pertanyaan tentang kelangsungan ancaman mereka. Menurut Aaron Zelin, ISIS tidak pernah benar-benar hilang, meskipun ada penyebaran kepemimpinan setelah runtuhnya kekhalifahan. Propaganda besar-besaran yang disebarluaskan melalui media sosial tetap menjadi strategi rekrutmen mereka, dan ketidakpuasan global, seperti perang di Gaza, memicu propaganda tersebut.
Sementara jumlah serangan menurun, ancaman dari sel-sel kecil yang terinspirasi oleh ISIS tetap ada. Sidney Jones menyatakan bahwa kelompok militan terkait ISIS kesulitan untuk kembali menguat di Filipina. Namun, serangan di Bondi Beach menunjukkan bahwa ancaman bisa muncul dari mana saja, bahkan di tempat yang tampaknya sudah aman dari pengaruh ISIS.
Dalam menghadapi ancaman yang terus ada, penting bagi komunitas internasional untuk tetap waspada dan bekerja sama dalam mengatasi ideologi ekstremis. Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana dunia dapat mencegah kebangkitan kembali kelompok-kelompok radikal seperti ISIS di masa depan?
(Orbit dari berbagai sumber, 18 Desember 2025)