Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026: Tantangan dan Harapan
ORBITINDONESIA.COM – Protes global terhadap harga tiket Piala Dunia 2026 memanas, dengan para penggemar di seluruh dunia merasa terpinggirkan dari ajang terbesar sepak bola ini.
FIFA mendapat kritik tajam terkait kebijakan harga tiket dinamis untuk Piala Dunia 2026. Kebijakan ini memungkinkan harga tiket berfluktuasi sesuai permintaan, memicu kekhawatiran dari penggemar yang merasa diasingkan dari acara tersebut. Pada saat pengajuan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, harga tiket diperkirakan serendah $21. Namun kini, tiket termurah untuk setiap putaran lebih dari $100, dan tiket untuk final tidak ada yang di bawah $4.185.
Kritik paling vokal datang dari federasi sepak bola Eropa dan kelompok penggemar. Football Supporters Europe menyatakan keterkejutannya atas harga tiket yang dianggap memberatkan, terutama bagi pendukung setia. FIFA akhirnya mengumumkan penurunan harga untuk sebagian kecil tiket bagi pendukung setia federasi nasional, dengan harga $60 per pertandingan. Namun, tiket diskon ini hanya mencakup sekitar 1,6 persen dari total tiket per pertandingan.
Menyikapi kebijakan ini, Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani, berjanji akan mendesak FIFA untuk menurunkan harga tiket. Mamdani berencana menggunakan platformnya untuk menekan FIFA agar lebih transparan dan adil dalam menetapkan harga tiket. Tindakan ini mencerminkan keprihatinan yang lebih luas bahwa sepak bola semakin menjauh dari pendukung akar rumputnya.
Dengan banyaknya tekanan dari berbagai pihak, masa depan kebijakan harga tiket FIFA akan menjadi penentu apakah Piala Dunia tetap menjadi ajang yang inklusif atau semakin elitis. Akankah FIFA mendengarkan suara penggemar dan mengembalikan semangat kebersamaan dalam sepak bola? Atau akan terus memprioritaskan keuntungan di atas segalanya? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
(Orbit dari berbagai sumber, 18 Desember 2025)