Supernova Tertua di Alam Semesta: Temuan JWST yang Mengejutkan

ORBITINDONESIA.COM – Astronom menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) mungkin telah menemukan supernova paling jauh di alam semesta. Ledakan bintang ini terjadi ketika alam semesta baru berusia 730 juta tahun.

Penemuan ini menambah daftar prestasi JWST yang sudah mengesankan dan memberikan wawasan tentang asal mula ledakan sinar gamma super terang yang diamati pada bulan Maret. Ledakan mendadak ini adalah salah satu ledakan paling kuat di alam semesta.

Ledakan energi yang dinamai GRB 250314A ini ditemukan oleh Space Variable Objects Monitor, teleskop X-ray kecil yang dikembangkan oleh Cina dan Prancis. Penelitian lebih lanjut menunjukkan ledakan ini berasal dari objek yang sangat jauh, eksis hanya 730 juta tahun setelah Big Bang. Hal ini memberikan kesempatan langka bagi astronom untuk memahami evolusi bintang dan galaksi awal semesta.

Para astronom heran bahwa prediksi mereka terbukti benar dan JWST mampu melihat bintang meledak pada jarak yang ekstrem. Hasil ini menunjukkan bahwa bintang-bintang di alam semesta awal mungkin tidak berbeda sebanyak yang kita pikirkan dari bintang-bintang saat ini.

Namun, untuk mengonfirmasi bahwa ini benar-benar supernova, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memisahkan cahaya yang berasal dari supernova, kilatan pasca ledakan, atau galaksi induk. Observasi lanjutan direncanakan tahun depan setelah supernova memudar, yang akan mempermudah analisis. Apakah ini berarti bintang-bintang di awal alam semesta lebih mirip dengan yang ada saat ini? Penemuan ini membuka banyak pertanyaan baru.

(Orbit dari berbagai sumber, 18 Desember 2025)