Flare Matahari: Keindahan dan Bahayanya di Balik Suhu Ekstrem
ORBITINDONESIA.COM – Peneliti menemukan bahwa flare matahari bisa mencapai suhu hingga 180 juta derajat Fahrenheit, jauh lebih panas dari yang diperkirakan sebelumnya.
Flare matahari adalah fenomena yang terjadi akibat pelepasan energi magnetik yang tiba-tiba, memanaskan partikel seperti ion dan elektron hingga suhu yang ekstrem. Sebelumnya, para ilmuwan mengira suhu ion sama dengan suhu elektron, namun penelitian baru menunjukkan perbedaan signifikan.
Simulasi komputer dan pengukuran di dekat bumi menyingkap bahwa ion dalam flare matahari bisa jauh lebih panas dari yang selama ini diasumsikan. Penelitian Alexander Russell di University of St. Andrews menunjukkan bahwa suhu ini bisa mencapai lebih dari 100 juta derajat Fahrenheit. Hal ini menantang asumsi lama dan membuka jalan baru dalam pemahaman kita terhadap fenomena ini.
James Drake dari University of Maryland menegaskan bahwa perbedaan suhu antara ion dan elektron dalam flare matahari telah lama diabaikan. Penemuan ini penting untuk memahami mekanisme yang memanaskan dan mempercepat partikel di matahari, yang berdampak besar pada keselamatan satelit dan astronot.
Penelitian ini mengingatkan kita akan kompleksitas matahari dan pentingnya terus menggali pengetahuan lebih dalam. Dengan memahami lebih baik bagaimana flare matahari bekerja, kita bisa mengembangkan teknologi yang lebih baik untuk melindungi aset dan kehidupan manusia di luar angkasa.
(Orbit dari berbagai sumber, 6 September 2025)