Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini: Israel Gunakan Bantuan Kemanusiaan Sebagai Senjata di Gaza
- Penulis : Abriyanto
- Sabtu, 05 April 2025 10:30 WIB

ORBITINDONESIA.COM - Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, menyatakan Israel menggunakan bantuan makanan dan kemanusiaan sebagai senjata dalam perang yang terus berlangsung di Jalur Gaza, Palestina.
Dalam pernyataannya pada Kamis, 3 April 2025, Philippe Lazzarini menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi yang terus memburuk di Jalur Gaza, di mana Israel terus memberlakukan blokade dan melakukan tindakan agresif terhadap warga sipil.
“Kelaparan dan keputusasaan semakin meluas, sementara bantuan makanan dan kemanusiaan dijadikan alat perang,” ujar Philippe Lazzarini.
Baca Juga: Krisis Kesehatan Memburuk di Jalur Gaza, 80 Persen Pasien Tak Dapat Obat yang Dibutuhkan
“Sudah lebih dari sebulan Gaza berada dalam kondisi pengepungan total. Otoritas Israel masih melarang masuknya kebutuhan pokok seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar -- ini merupakan bentuk hukuman kolektif,” tambahnya.
Lazzarini juga menegaskan bahwa kondisi itu menunjukkan “runtuhnya tatanan sipil” akibat pengepungan yang terus berlangsung.
Ia menekankan, rakyat Palestina di Gaza “sangat lelah karena terus-menerus terkurung di sebidang tanah kecil,” dan mendesak agar bantuan segera diizinkan masuk serta pengepungan dihentikan.
Baca Juga: Ratusan Tentara Israel Frustrasi Atas Ketidakjelasan Arah Konflik Gaza, Surati Kepala Staf Militer
Sejak 2 Maret, Israel menutup seluruh perbatasan Jalur Gaza untuk pengiriman bantuan kemanusiaan, medis, dan logistik, menyebabkan krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi ini dikonfirmasi oleh laporan pemerintah lokal maupun lembaga hak asasi manusia.
Berbagai organisasi HAM internasional dan badan-badan PBB telah berulang kali memperingatkan dampak buruk dari pengetatan blokade tersebut, yang mendorong penduduk Jalur Gaza ke jurang kelaparan dan kesengsaraan ekstrem.
Pada Minggu lalu, pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan meningkatkan serangan di Gaza, seiring dengan upaya pelaksanaan rencana Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan warga Palestina dari wilayah tersebut.
Baca Juga: Raja Yordania Abdullah II Minta Internasional Bertindak Segera Hentikan Tragedi di Gaza
Sejak serangan militer Israel dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 50.500 warga Palestina telah tewas di Gaza, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.