DECEMBER 9, 2022
Gaya Hidup

Psikolog Sani Hermawan: Perilaku Pamer Kekayaan Membuat Seseorang Tidak Berkembang

image
Ilustrasi uang untuk flexing atau pamer kekayaan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt/am)

ORBITINDONESIA.COM - Psikolog keluarga lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Sani B. Hermawan mengatakan, perilaku flexing atau pamer kekayaan menyebabkan seseorang tidak berkembang karena dia hanya fokus pada apa yang orang pikirkan tentang dia.

“Orang seperti ini akan sulit nanti berkembang, karena akan selalu fokus pada apa yang orang lakukan terhadap dirinya, bukan sebenarnya hal-hal yang optimal yang efektif yang bisa dia lakukan untuk dirinya,” kata Sani ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat, 28 Maret 2025.

Orang yang melakukan flexing biasanya ingin terlihat sukses dari apa yang dia miliki untuk membangun citra orang terhadap dirinya atau agar dia mendapat pengakuan dari komunitasnya.

Baca Juga: Sisi Lain dari Kasus Mario Dandy yang Gemar Pamer Harta, Ini Cara Agar Tidak Terjebak pada Perilaku Flexing

Flexing pada era sekarang identik dengan barang mewah seperti tas, mobil, atau gawai tercanggih yang sebenarnya belum mampu dibeli, akhirnya membuat orang rela menyewa dengan membayar sejumlah uang.

Tak jarang seseorang rela menyewa barang-barang mewah tersebut agar seolah terlihat mampu memilikinya.

Perilaku itu, kata Sani, bisa merugikan diri sendiri karena mengeluarkan uang yang sebenarnya tidak perlu. Sani juga mengkhawatirkan flexing adalah sikap membohongi diri sendiri dari keadaan sebenarnya di dunia nyata agar orang lain memperhatikan dan hormat kepada dia.

Baca Juga: Selain Doyan Flexing, Gaya Hijab Reihana Wijayanto Dianggap Kerudung Ala Grand Canyon oleh Netizen

“Ini menurut saya hal yang membohongi diri sendiri karena sebenarnya apa yang dia lakukan itu, walaupun boleh-boleh saja, tapi, itu membohongi kenyataannya, begitu” kata Sani.

Tanpa disadari, perilaku flexing menampilkan sisi arogan seseorang, menurut sang psikolog. Memamerkan secara berlebihan barang-barang mewah yang dimiliki juga bisa menyebabkan kecemburuan sosial di dalam keluarga.

Oleh karena itu, jika memiliki barang-barang yang terbilang mewah, Sani menyarankan seseorang untuk tidak memamerkannya secara berlebihan.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Penangkapan Nur Utami, Pelaku Jaringan Narkotika Fredy Pratama, Doyan Flexing di Medsos

“Kalaupun itu punyanya, dia tidak perlu flexing, tidak perlu memamerkan, nanti akan menjadi kecemburuan sosial, juga bisa membuat ada kesenjangan hubungan interaksi antarmanusia dan dia jadi (menunjukkan) banyak faktor arogansinya sebenarnya dibanding (sikap) down to earth (rendah hati),” kata Sani.***

Berita Terkait