DECEMBER 9, 2022
Internasional

Presiden Donald Trump Pilih Boeing untuk Bangun Jet Tempur Generasi Berikutnya AS

image
Konsep jet tempur F-47 Boeing (Foto: Breaking Defense)

ORBITINDONESIA.COM - Presiden Donald Trump memutakhirkan rencana pengembangan jet tempur generasi berikutnya dengan memberikan kontrak kepada Boeing Co. sebagai upaya mempertahankan supremasi udara Amerika Serikat di tengah peningkatan pesat kekuatan militer China.

Trump membuat pengumuman tentang pengembangan jet tempur itu di Ruang Oval, Gedung Putih, Jumat, 21 Maret 2025, bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang mengatakan langkah itu mengirim pesan yang sangat langsung dan jelas kepada sekutu bahwa AS tidak meninggalkan mereka.

Hegseth menambahkan, rencana Trump itu menjadi peringatan bagi musuh-musuh AS bahwa Paman Sam akan dapat memproyeksikan kekuatannya di seluruh dunia tanpa hambatan untuk generasi yang akan datang.

Baca Juga: Donald Trump dan Vladimir Putin Sepakat Mulai Gencatan Senjata Terhadap Sasaran Energi, Infrastruktur

Beberapa detail program, yang dikenal sebagai platform Dominasi Udara Generasi Berikutnya itu, telah terungkap.

Boeing mengalahkan Lockheed Martin Corp. untuk kontrak jet tempur generasi keenam Angkatan Udara AS, yang disebut F-47, yang tampaknya namanya mengacu kepada Trump sebagai presiden ke-47 Amerika Serikat.

Trump, yang juga merupakan presiden ke-45 sebelum kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, mengatakan kepada wartawan bahwa pesawat masa depan itu akan menjadi sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya "dalam hal semua atribut jet tempur," mulai dari kecepatan hingga kemampuan manuver hingga muatannya.

Baca Juga: Donald Trump: Iran Harus Berhenti Bantu Houthi di Yaman dan Bersumpah Hancurkan Pemberontak

"F-47 akan menjadi pesawat paling canggih, paling berkemampuan, dan paling mematikan yang pernah dibuat," kata Trump.

"Versi eksperimental pesawat tersebut telah diam-diam diterbangkan selama hampir lima tahun, dan kami yakin bahwa pesawat itu jauh lebih unggul daripada kemampuan negara lain mana pun."

Ia mengatakan armada pesawat baru, yang dilengkapi dengan "teknologi siluman canggih" itu, akan dibangun selama masa jabatan keduanya.

Baca Juga: Menlu Abbas Araghchi: Iran Akan Merespons Surat Presiden Trump tentang Nuklir Dalam Waktu Dekat

Ketika pemerintahan Trump mengambil langkah lebih lanjut dalam pengembangan pesawat tersebut, yang nantinya akan terbang didampingi dengan pesawat nirawak pendamping, Tiongkok dilaporkan telah membuat kemajuan dalam mengembangkan pesawat tempur tanpa ekor generasi berikutnya yang secara tidak resmi dikenal sebagai J-36.

Halaman:

Berita Terkait