Gallup: Peringkat Kebahagiaan Amerika Serikat Turun ke Titik Terendah dalam Sejarah
- Penulis : M. Ulil Albab
- Jumat, 21 Maret 2025 02:40 WIB

Laporan itu menyoroti bahwa masyarakat Amerika Latin, yang umumnya memiliki keluarga lebih besar, dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam membangun kesejahteraan yang berkelanjutan.
Sebagai perbandingan, 23 persen rumah tangga di Eropa hanya dihuni oleh satu orang, sementara di Meksiko angkanya hanya 11 persen.
Penelitian itu juga menemukan bahwa orang yang tinggal dalam keluarga beranggotakan empat hingga lima orang melaporkan tingkat kepuasan hidup tertinggi.
Baca Juga: Toni Kroos Bahagia, Akhiri Karier di Real Madrid dengan Juara Liga Champions
Kepercayaan sosial juga diidentifikasi sebagai faktor utama yang memengaruhi kebahagiaan. Laporan itu merujuk pada kajian Gallup pada 2019, ketika para responden ditanya apakah mereka percaya dompet yang hilang akan dikembalikan jika ditemukan oleh orang lain.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang cenderung meremehkan kemungkinan dompet mereka dikembalikan, meski eksperimen secara nyata menunjukkan tingkat pengembalian yang jauh lebih tinggi.
Negara-negara Nordik seperti Finlandia, Denmark, Norwegia, dan Swedia tidak hanya menempati peringkat tertinggi dalam kebahagiaan, tetapi juga dalam kepercayaan sosial, termasuk kemungkinan dompet yang hilang dikembalikan.
Baca Juga: Tidak Bahagia, Itulah Alasan Kylian Mbappe Meninggalkan Paris Saint-Germain Lalu ke Real Madrid
John F. Helliwell, ekonom dari Universitas British Columbia dan salah satu editor pendiri dalam laporan ini, menekankan pentingnya kepercayaan dalam masyarakat.
Menurut dia, data mengenai dompet yang hilang menjadi bukti kuat bahwa orang merasa jauh lebih bahagia ketika mereka percaya bahwa orang lain peduli terhadap mereka.
Dalam daftar negara paling bahagia, Finlandia menempati peringkat pertama, diikuti oleh Denmark, Islandia, Swedia, dan Belanda.***
Baca Juga: Pilkada: Anies Baswedan Ingin Kembalikan Jakarta Jadi Kota yang Bahagiakan Warganya