DECEMBER 9, 2022
Gaya Hidup

Yannes Martinus Pasaribu: Jangan Lakukan Hal Ini Jika Mobil Terkena Banjir

image
Ilustrasi - Sebuah mobil melintasi jalanan yang terendam banjir akibat hujan deras di Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Benediktus Jahang)

ORBITINDONESIA.COM - Mengalami musibah mobil kesayangan terkena banjir mungkin sulit dielakkan. Namun, memahami beberapa hal yang perlu dihindari, jika menangani mobil terkena banjir dapat membantu untuk tidak memperburuk kondisi kendaraan, seperti yang dibagikan pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu.

“Hal pertama yang tidak boleh dilakukan adalah menyalakan mesin, karena air yang masuk ke dalam ruang bakar atau sistem kelistrikan dapat menyebabkan kerusakan fatal, seperti water hammer atau korsleting,” kata Yannes Martinus Pasaribu ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu, 5 Maret 2025.

Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan, ketika mobil terendam banjir, air dapat masuk ke dalam mesin, sistem kelistrikan, dan komponen elektronik lainnya, yang dapat menyebabkan korsleting atau kerusakan permanen.

Baca Juga: Produsen Otomotif Asal China, XPeng Masuk Indonesia Karena Potensi Pasar yang Besar

Jika mobil langsung dinyalakan tanpa memastikan bahwa semua sistem dalam kondisi kering dan aman, kemungkinan besar akan memperburuk kerusakan tersebut.

Misalnya, air yang masuk ke dalam mesin dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pembakaran atau bahkan menyebabkan mesin macet. Selain itu, air yang meresap ke dalam bagian kelistrikan seperti kabel atau sistem komputer mobil dapat menyebabkan kerusakan pada sirkuit dan sensor yang sangat mahal untuk diperbaiki.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan mobil benar-benar kering dan diperiksa oleh teknisi sebelum mencoba menyalakannya kembali.

Baca Juga: Pabrikan Asal China Resmi Kenalkan Mobil Listrik Geely EX5 untuk Pasar Otomotif Indonesia

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika mobil terendam banjir adalah mencabut kabel aki guna menghindari risiko korsleting pada sistem kelistrikan, kemudian pindahkan kendaraan ke lokasi yang lebih tinggi dan kering untuk mempermudah proses penanganan.

Setelah kendaraan berada di tempat yang aman, lakukan inspeksi terhadap level oli mesin dan transmisi, di mana perubahan warna menjadi kecoklatan atau tampak bercampur air menandakan perlunya penggantian segera guna mencegah kerusakan komponen internal.

“Selain itu, filter udara harus diperiksa dan dikeringkan apabila dalam kondisi basah, mengingat keberadaan air di dalam sistem ini dapat menghambat proses pembakaran dan menyebabkan gangguan pada performa mesin,” jelas Yannes.

Baca Juga: Otomotif Asal China, Geely Janjikan Hal Baru Setelah 9 Tahun Absen di Indonesia

Inspeksi lebih lanjut perlu dilakukan pada sistem kelistrikan, termasuk busi dan aki, untuk memastikan bahwa tidak ada kelembapan berlebih yang dapat mengakibatkan hubungan arus pendek.

Halaman:

Berita Terkait