Serangan Bom Bunuh Diri di Kedutaan Rusia di Kabul Tewaskan 2 Diplomat
- Penulis : Dimas Anugerah Wicaksono
- Selasa, 06 September 2022 11:48 WIB

Zadran mengatakan, pasukan keamanan melihat dan menembak pelaku bom bunuh diri sebelum dia bisa mendekati kerumunan di luar kedutaan.
Tidak segera jelas apakah penyerang dapat memicu ledakan sebelum ditembak, atau apakah justru tembakan itu yang meledakkan bahan peledak.
Serangan terhadap kedutaan jarang terjadi, bahkan selama perang dua dekade antara Taliban dan pemerintah yang didukung Barat.
Baca Juga: Vitalnya Sektor Transportasi, Konektivitas dan Upaya Memperkuat Ketahanan Nasional
Pada 2017, Taliban meledakkan bom truk besar di sebuah distrik di mana banyak gedung pemerintah dan kedutaan berada. Ini menewaskan lebih dari 90 warga Afganistan dan merusak Kedutaan Besar Jerman di dekatnya.
Pada 2015, sebuah bom mobil Taliban meledak di sebelah Kedutaan Besar Spanyol, menewaskan seorang penjaga keamanan.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada akhir Juni bahwa Rusia sedang mencoba untuk membangun hubungan dengan Taliban dan bahwa Rusia ingin melihat semua kelompok etnis di Afganistan mengambil bagian dalam menjalankan negara.
Meskipun Moskow telah menetapkan Taliban sebagai kelompok teroris, Taliban memiliki perwakilan di Rusia dan sebuah delegasi menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg baru-baru ini.***