Koordinator Staf Khusus Presiden Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana dan Pejuang Bali Terima Bintang Legiun Veteran
- Penulis : Krista Riyanto
- Senin, 05 Agustus 2024 08:58 WIB
Menurutnya, tantangan tersebut dapat dihadapi generasi penerus jika semuanya mempersiapkan diri, bersabar, optimistis, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
"Tidak perlu panik dalam menghadapi masalah, namun sabar bukan berarti berpangku dagu," ujar Mantiri.
Mantiri menyampaikan rasa hormatnya kepada para tokoh Bali yang menjadi pejuang kemerdekaan.
Mantiri juga memberikan penghargaan kepada AAGN Ari Dwipayana sebagai pejabat tinggi negara yang banyak memberikan dukungan moril dan materiel kepada LVRI dan veteran Indonesia secara keseluruhan.
DPP LVRI menganugerahkan bintang penghargaan LVRI kepada 4 tokoh Bali, yaitu:
1. Anak Agung Gde Raka (Gung Lingsir), selaku anggota Dewan Perjuangan Rakyat kelahiran 1928 yang ikut berjuang dalam long march saat dipimpin langsung I Gusti Ngurah Rai pada masa penjajahan Belanda dan Jepang.
2. I Gusti Bagus Saputera, yang merupakan pejuang kelahiran 1930 yang pernah menjadi mata-mata saat melawan penjajah Belanda dan Jepang.
3. Djero Wiladja, selaku pejuang perempuan kelahiran 1931 yang pada masa perlawanan terhadap Belanda dan Jepang di 1945 bertugas sebagai PMI di Bali.
4. AAGN Ari Dwipayana, ilmuwan politik yang 10 tahun terakhir mengabdikan diri menjadi Staf Khusus Menteri, Staf Khusus Presiden, dan Koordinator Staf Khusus Presiden. Ari juga adalah Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud dan menjadi inisiator Sastra Saraswati Sewana yang telah berlangsung selama lima tahun. ***