DECEMBER 9, 2022
Internasional

Indonesia Komitmen Tambah Kontribusi ke UNRWA Sebesar 1,2 Juta Dolar AS untuk Pengungsi Palestina

image
Warga mengambil air di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Selasa, 4 Juni 2024. Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat atau UNRWA menyebutkan bahwa keluarga-keluarga Palestina hidup dalam kondisi yang tidak manusiawi dengan kelangkaan air, makanan, dan pasokan. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/rwa.

ORBITINDONESIA.COM - Pemerintah Indonesia berkomitmen menambah kontribusi sukarela reguler kepada badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Palestina UNRWA sebesar 1,2 juta dolar AS (Rp19,34 miliar) sebagai bentuk dukungan konkret RI terhadap kerja UNRWA menangani pengungsi Palestina.

“Pemerintah Indonesia menyatakan komitmen baru berupa peningkatan kontribusi sukarela reguler sebesar 1,2 juta dolar AS per tahun mulai 2024,” demikian menurut pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri RI pada Minggu, 14 Juli 2024, tentang dukungan ke UNRWA.

Kemlu mengatakan, pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Arrmanatha Nasir, dalam “Pledging Conference” UNRWA di Markas PBB New York pada 12 Juli 2024.

Baca Juga: UNRWA: Anak-anak Gaza Habiskan Hingga 8 Jam Sehari Hanya untuk Dapatkan Makanan dan Air Bersih

Selain janji menaikkan kontribusi tahunan, Indonesia berkomitmen memberi hibah sebesar 2 juta dolar AS (Rp32,23 miliar) untuk membantu memenuhi kebutuhan dalam “UNRWA Flash Appeal” periode April—Desember 2024.

“Indonesia juga menyampaikan komitmen untuk mengupayakan pendanaan inovatif bagi UNRWA, termasuk pelibatan masyarakat Indonesia melalui penjajakan kemitraan dengan lembaga pengelola zakat,” demikian Kemlu RI.

“Pledging conference” diselenggarakan bagi menghimpun kontribusi keuangan tambahan untuk mendukung peran UNRWA dalam menjalankan mandatnya melayani 5,9 juta pengungsi Palestina yang tersebar di lima daerah, yaitu Yordania, Lebanon, Suriah, Gaza, dan Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur.

Baca Juga: Indonesia Kecam Keras Serangan Biadab Israel ke Sekolah Al-Jaouni di Gaza yang Dioperasikan UNRWA

Dalam pertemuan yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tersebut, Presiden Sidang Majelis Umum PBB Dennis Francis menyoroti situasi kemanusiaan di Gaza serta menekankan perlunya gencatan senjata segera dan pentingnya mematuhi hukum internasional.

Komisioner Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini dalam taklimat yang disampaikan dalam agenda itu juga menjelaskan tantangan operasional yang dihadapi pihaknya dan meminta dukungan politis dari komunitas internasional terhadap kelangsungan kerja badan PBB itu.

Sementara, perwakilan dari 62 negara peserta konferensi tersebut turut menyatakan pengakuan dan dukungan terhadap peran UNRWA bagi rakyat Palestina dan keamanan kawasan, menyerukan gencatan senjata dan deeskalasi konflik.

Baca Juga: Fasilitas UNRWA di Gaza Jadi Target 453 Serangan Israel Sejak Oktober 2023

Negara-negara peserta konferensi juga mendesak Israel untuk tidak lagi menghalangi kerja UNRWA di seluruh wilayah Gaza.***

Sumber: Antara

Berita Terkait