Opini Denny JA: JAKARTA MENANGIS
- Penulis : Dimas Anugerah Wicaksono
- Senin, 21 Agustus 2023 12:23 WIB

Kita perlu contoh kasus polusi udara yang mematikan, sebagai wake up call. Yang terkenal adalah kasus Kabut Asap Besar London (Great Smog in London).
Hanya terjadi empat hari saja sebagai puncak. Itu tanggal tanggal 5 hingga 9 Desember 1952. Datang cuaca dingin yang tidak biasa, dikombinasikan dengan antisiklon dan kondisi tanpa angin.
Ini mengumpulkan polutan di udara. Kabut asap begitu tebal sehingga menghalangi sinar matahari dan membuatnya sulit untuk melihat.
Saat itu, warga disarankan untuk tetap di dalam rumah. Tapi banyak orang mengabaikan saran tersebut dan pergi keluar.
Ternyata, kabut asap menyebabkan gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya.
Diperkirakan kabut asap tersebut menewaskan sekitar 12.000 orang, dengan beberapa perkiraan mencapai 40.000.
Apa penyebab Great Smog of London?
Penyebab utama: penggunaan batubara untuk pemanasan dan memasak. Batubara sumber energi utama bagi banyak rumah dan bisnis di London pada saat itu. Saat dibakar, batubara melepaskan polutan seperti sulfur dioksida dan partikel ke udara.
Kondisi cuaca dingin juga menjadi penyebab penting. Udara dingin dan kurangnya angin menciptakan atmosfir stagnan yang memerangkap polutan.
Letak Geografi London pula ikut berpengaruh. London itu cekungan yang dikelilingi perbukitan. kondisi ini membantu menjebak kabut asap.