Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 dalam Memori Orang Indonesia Modern
- Penulis : Dimas Anugerah Wicaksono
- Rabu, 31 Mei 2023 06:52 WIB

Mereka juga tidak menyadari bahwa Indonesia menghasilkan kopi yang paling baik di dunia, yang menimbulkan ungkapan: secangkir jawa, atau bahwa Indonesia adalah penghasil minyak terbesar di Asia Tenggara, dan penghasil timah kedua terbesar di dunia.
Setelah Amerika Serikat dan Rusia, Indonesia adalah negara terkaya di dunia karena hal sumber daya alam. (Cindy Adams: Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat).
Pidato 1 Juni Bung Karno pada tahun 1945 adalah awal mulanya Indonesia merdeka itu diletakkan dan dirancang oleh para pendiri bangsa.
Tidak melebih-lebihkan tapi sekali lagi saya katakan pidato ini sangat sakral, ibarat sebuah kitab suci yang berisi tentang ilham Indonesia Merdeka.
Bung Karno adalah penemu ilham itu. Apa yang dikerjakan Bung Karno pada zamannya, membuktikan ia adalah sosok yang sangat mencintai bangsanya sendiri.
Oleh karena itu, berbagai tuduhan keji yang dilontarkan kepada Bung Karno itu tidak benar!
Sebagaian orang berusaha menyudutkan Bung Karno. Tapi kecintaan Bung Karno kepada Indonesia tak terbendung. Sama seperti ia mencintai dirinya sendiri.
Buktinya Bung Karno pernah mengeluarkan sebuah ungkapan; "Ada suatu alasan mengapa mengapa aku melakukan perlawatan itu. Aku ingin agar Indonesia dikenal orang. Aku ingin dunia tahu bagaimana rupa orang Indonesia, dan melihat bahwa kami bukan lagi bangsa yang tolol seperti orang Belanda berulang-ulang menyebut kami. Bukan lagi inlander goblok yang hanya pantas diludahi. Seperti mereka katakan kepada kami berkali-kali bahwa kami bukan lagi penduduk kelas dua yang berjalan merunduk-runduk dengan memakai sarung dan ikat kepala, membungkuk-bungkukkan diri seperti yang dinginkan oleh majikan-majikan kolonial kami dulu". (Cindy Adams : Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat). ***
*Yongki Angwarmmas ialah anggota tim Pusat Studi dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang.