Seduh Sufi: Menanglah dalam Diam, Bahagialah Dalam Diam, dan Perbaikilah Dirimu Tanpa Diumbar

Ilustrasi seorang Sufi.

Ilustrasi seorang Sufi.

Mental Health

ORBITINDONESIA.COM - Menanglah dalam diam, bahagialah dalam diam, dan perbaikilah dirimu tanpa diumbar. Karena manusia tidak bisa merusak apa yang tidak mereka ketahui.”

Tidak semua hal dalam hidup harus diumumkan. Tidak semua proses perlu diperlihatkan. Dan tidak semua kebahagiaan menjadi lebih indah setelah diketahui banyak orang.

Para ulama dan sufi memahami bahwa sebagian hal paling berharga dalam hidup justru tumbuh dengan tenang dan tersembunyi. Amal yang diam-diam, perjuangan yang tidak banyak diceritakan, serta proses memperbaiki diri yang tidak sibuk mencari perhatian manusia.

Masalahnya, manusia modern terlalu terbiasa memperlihatkan segalanya. Sedikit pencapaian ingin segera diumumkan. Sedikit kebahagiaan ingin segera dibagikan. Sedikit perubahan ingin segera dipuji. Padahal semakin banyak sesuatu diperlihatkan, semakin banyak pula mata, komentar, penilaian, bahkan energi buruk yang masuk ke dalamnya.

Karena itu para sufi sangat menjaga kehidupan batinnya. Mereka memahami bahwa tidak semua orang mampu ikut bahagia melihat nikmat orang lain. Ada hati yang dipenuhi iri, ada yang mudah meremehkan, dan ada yang diam-diam berharap sesuatu yang baik itu runtuh.

Mereka juga sadar bahwa proses yang terlalu diumbar sering kehilangan keikhlasan. Sebab hati mulai lebih sibuk memikirkan bagaimana terlihat di mata manusia daripada benar-benar bertumbuh di hadapan Allah.

Bukan berarti seseorang harus menyembunyikan seluruh hidupnya. Tetapi para ulama mengajarkan pentingnya menjaga sebagian nikmat dan perjuangan tetap sunyi agar tetap bersih dari riya, hasad manusia, dan gangguan yang tidak perlu.

Sebab sesuatu yang masih kecil dan rapuh lebih mudah rusak ketika terlalu cepat dibuka kepada banyak orang.

Para sufi memahami bahwa kemenangan paling tenang adalah ketika seseorang bertumbuh tanpa banyak bicara, berhasil tanpa kesombongan, dan bahagia tanpa haus pengakuan.

Dan mungkin, alasan sebagian hal baik dalam hidupmu mudah rusak bukan karena Allah tidak menjaganya, tetapi karena kamu terlalu cepat membawanya ke hadapan manusia sebelum ia benar-benar kuat.

Kalau hari ini kamu sedang membangun sesuatu yang baik dalam hidupmu, pernahkah kamu bertanya apakah itu benar-benar sedang tumbuh karena Allah… atau mulai hidup dari kebutuhan untuk dilihat manusia.

(Sumber: #seduhsufi) ***