Bank Indonesia: Investor Asing Merespons Positif Kenaikan Suku Bunga Acuan BI Rate Menjadi 5,50%

Gedung Bank Indonesia di Jakarta.

Gedung Bank Indonesia di Jakarta.

Money & Career

ORBITINDONESIA.COM - Bank Indonesia (BI) mengatakan, investor asing merespons positif kenaikan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,50%, dan penguatan imbal hasil instrumen investasi rupiah.

Menurut Kepala Dept Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, hal itu tercermin dari meningkatnya aliran modal asing ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pasca lelang 10 Juni lalu.

Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penguatan dan kembali berada di bawah level Rp 18.000/USD.

Rupiah mengakhiri perdagangan pekan ini di zona hijau, semakin menjauh dari level psikologis Rp 18.000/USD. Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,61% ke posisi Rp 17.865/USD.

Penguatan sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan hari Jumat, 12 Juni 2026. Rupiah menguat 0,42% ke Rp 17.900/USD.

Sementara, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau bergerak stabil di level 99,875. Pada perdagangan sebelumnya, DXY melemah 0,09%.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai, langkah BI menaikkan BI Rate menjadi salah satu faktor utama yang memperbaiki sentimen pasar terhadap rupiah.

Keputusan BI menggelar rapat mingguan memberikan sinyal bahwa BI bisa kembali menaikkan suku bunga jika diperlukan. Lukman juga menilai kebijakan menaikkan harga Pertamax turut memberikan sentimen positif karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap APBN.***