Ratusan Warga Palestina Protes Kebijakan Israel tentang Pembongkaran Rumah di Negev

Protes warga Palestina atas pembongkaran rumah mereka oleh rezim Zionis Israel.

Protes warga Palestina atas pembongkaran rumah mereka oleh rezim Zionis Israel.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Ratusan warga Palestina melakukan protes pada hari Kamis, 25 Juni 2026, di Beersheba di wilayah Negev selatan Israel terhadap kebijakan Israel tentang pembongkaran rumah dan penyitaan tanah yang menargetkan komunitas Bedouin di daerah tersebut, lapor Anadolu.

Menurut harian Israel Yedioth Ahronoth, para demonstran termasuk penduduk komunitas Bedouin yang terkena dampak pembongkaran atau menghadapi penggusuran, serta pendukung dari kalangan Arab Israel.

Protes tersebut diorganisir oleh Komite Pengarah Tinggi untuk Arab di Negev, Komite Kepala Otoritas Lokal Bedouin, dan Dewan Regional untuk Desa-desa yang Tidak Diakui.

Para demonstran membawa spanduk yang menegaskan hak mereka atas tanah dan perumahan, dengan slogan-slogan termasuk "Negev milik rakyat dan pemiliknya" dan "Tidak untuk pembongkaran rumah, ya untuk hak kami atas perumahan."

Mereka juga memegang papan bertuliskan nama-nama desa yang menghadapi pembongkaran atau penggusuran, termasuk Tel Arad, Al-Sirr, Wadi al-Khalil, Umm al-Hiran, dan Al-Araqib.

Sebelumnya pada hari Kamis, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memuji pembongkaran rumah-rumah warga Palestina Badui dan berjanji untuk mengintensifkan kebijakan tersebut.

Pada hari Rabu, Ben-Gvir mengatakan 5.700 rumah telah dihancurkan selama setahun terakhir.

Pemerintah Israel berturut-turut telah mempromosikan apa yang mereka sebut "program pembangunan" untuk desa-desa Palestina Badui di Negev, yang bertujuan untuk merelokasi penduduk ke kota-kota yang direncanakan negara.

Namun, warga Palestina Badui memandang kebijakan ini sebagai alat penggusuran paksa yang memisahkan mereka dari tanah bersejarah mereka dan menolak pengakuan terhadap desa-desa mereka. ***