Investigasi Media Belanda: Anak-Anak Gaza Dibunuh Secara Sengaja oleh Tentara Zionis Israel, Bukan Salah Tembak
ORBITINDONESIA.COM - Sebuah kisah yang sangat penting. Artikel ini, 'Apa yang Diceritakan Luka-Luka Ini kepada Kita' adalah investigasi pemenang penghargaan oleh surat kabar Belanda De Volkskrant yang meneliti apa yang disaksikan oleh para dokter internasional yang bekerja di Gaza selama perang.
Karena jurnalis asing memiliki akses yang sangat terbatas ke Gaza, para reporter mengandalkan wawancara dengan 17 dokter dan satu perawat dari berbagai negara termasuk AS, Kanada, Inggris, Australia, dan Belanda, bersama dengan ratusan foto, rontgen, catatan medis, dan catatan harian.
Klaim utama investigasi ini adalah bahwa banyak dokter memperhatikan pola yang berulang: anak-anak Palestina tiba di rumah sakit dengan satu luka tembak di kepala atau dada, cedera yang menurut beberapa dokter sulit dijelaskan sebagai korban acak di medan perang.
Seorang ahli bedah trauma Amerika, Feroze Sidhwa, menggambarkan melihat banyak anak dengan luka di kepala dalam beberapa hari pertamanya di Gaza dan kemudian menemukan bahwa dokter lain telah melihat kasus serupa di rumah sakit yang berbeda.
Menurut investigasi tersebut, 15 dokter melaporkan merawat anak-anak di bawah usia 15 tahun dengan jenis luka ini. Dengan menggunakan apa yang digambarkan surat kabar sebagai penghitungan konservatif, mereka mendokumentasikan 114 kasus tersebut.
Banyak dokter yang diwawancarai menyimpulkan bahwa beberapa anak mungkin telah sengaja dijadikan target.
Kisah ini menimbulkan pertanyaan apakah warga sipil, termasuk anak-anak, sengaja dijadikan target oleh Israel. Ini adalah kejahatan perang.
Investigasi ini memenangkan Penghargaan Pelaporan Unggulan 2026 dari Penghargaan Pers Eropa sebagian besar karena mengumpulkan bukti dalam situasi di mana akses independen sangat sulit. ***