Penemuan Baru: Resistensi GLP-1 dan Efektivitas Obat Diabetes

ORBITINDONESIA.COM – Penelitian terbaru mengungkap 10% populasi mungkin mengalami resistensi terhadap obat diabetes GLP-1, mempengaruhi efektivitasnya.

Lebih dari seperempat penderita diabetes tipe 2 menggunakan agonis reseptor GLP-1, namun efektivitasnya dipertanyakan karena perbedaan genetik. Penelitian dari Stanford Medicine menunjukkan bahwa varian genetik dapat menyebabkan resistensi GLP-1, di mana hormon ini tidak bekerja dengan baik meskipun kadarnya tinggi.

Studi yang diterbitkan di Genome Medicine ini meneliti bagaimana obat GLP-1 mempengaruhi gula darah. Penelitian selama satu dekade ini melibatkan eksperimen pada manusia dan tikus. Penelitian menemukan bahwa individu dengan varian genetik tertentu tidak dapat menurunkan kadar glukosa darah secara efektif setelah enam bulan pengobatan.

Anna Gloyn, salah satu penulis senior, menyatakan bahwa mengetahui siapa yang merespons obat akan mempercepat pasien mendapatkan pengobatan yang tepat. Markus Stoffel, penulis senior lainnya, dan timnya menemukan bahwa varian genetik yang mempengaruhi enzim PAM dapat menyebabkan resistensi GLP-1.

Dengan resistensi GLP-1 yang masih menjadi misteri, penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan obat yang lebih efektif. Seperti halnya resistensi insulin yang belum sepenuhnya dipahami, mungkin ada solusi di masa depan untuk mengatasi resistensi GLP-1 ini. (Orbit dari berbagai sumber, 14 April 2026)