Trauma Perang: Anak-anak Iran di Tengah Ketakutan dan Militarisasi

ORBITINDONESIA.COM – Ketakutan dan trauma akibat serangan Amerika Serikat dan Israel menghantui anak-anak di Iran, menyisakan bekas yang dalam pada generasi muda.

Lebih dari 20% populasi Iran adalah anak-anak, mereka harus menghadapi ancaman serangan udara dan ketidakstabilan sosial akibat perang yang berkepanjangan.

Gejala hiperarousal dan PTSD menjadi nyata di kalangan anak-anak seperti Ali, yang hidup dalam ketakutan konstan akan suara keras dan ledakan. Kehilangan pekerjaan orang tua dan lingkungan yang tidak aman semakin memperburuk kondisi ini.

Mendorong anak-anak bergabung dengan milisi seperti Basij justru memperparah kondisi mereka. Pendekatan ini tidak hanya mengabaikan hak asasi anak, tetapi juga melanggar hukum internasional.

Perdamaian mungkin datang, namun trauma yang dialami anak-anak Iran memerlukan waktu lama untuk sembuh. Dunia harus mempertanyakan, bagaimana kita dapat melindungi generasi muda dari dampak perang yang tidak berkesudahan?

(Orbit dari berbagai sumber, 13 April 2026)