Harga Minyak & Ketegangan Geopolitik: Dampak pada Pasar Global

ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan geopolitik kembali menggetarkan pasar, memicu kenaikan tajam harga minyak dan mengguncang bursa saham global.

Serangan rudal dari militan Houthi ke Israel mengangkat kembali kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Hal ini memicu lonjakan harga minyak Brent, menambah tekanan pada bursa saham Asia dan Amerika Serikat yang sudah melemah.

Harga minyak Brent melonjak hingga +3,8% pada Senin pagi, didorong oleh ketidakpastian pasokan akibat konflik di Timur Tengah. Bursa saham Asia dan AS merespons negatif, sementara sektor komoditas seperti batu bara dan CPO menunjukkan penguatan sebagai bentuk perlindungan.

Keterlibatan Houthi dalam dinamika geopolitik regional menjadi ancaman baru bagi stabilitas pasar energi global. Meski ada peluang diplomasi, seperti sinyal positif dari AS dan Iran, pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi lebih lanjut.

Dalam ketidakpastian ini, investor dihadapkan pada dilema antara risiko dan peluang. Apakah akan ada resolusi damai yang meredakan ketegangan, atau justru konflik ini akan semakin meruncing? Hanya waktu yang akan menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 31 Maret 2026)