Kontroversi Penggunaan Leucovorin: Antara Harapan dan Realita

ORBITINDONESIA.COM – Pengumuman terbaru dari Food and Drug Administration (FDA) memicu perhatian publik setelah klaim sebelumnya oleh pemerintahan Trump terkait penggunaan leucovorin untuk autisme. Namun, klaim tersebut kini diragukan.

Leucovorin, bentuk sintetis vitamin B9, telah disetujui FDA untuk defisiensi folat serebral, bukan untuk autisme. Pernyataan sebelumnya dari Trump dan Makary menyebutkan potensi leucovorin untuk anak autis, namun data yang ada tidak mendukung klaim tersebut.

Data dari jurnal medis menunjukkan peningkatan 71% dalam resep leucovorin setelah pernyataan Trump pada September. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan karena data yang ada masih lemah dan beberapa studi bahkan ditarik karena kesalahan data.

Banyak ahli meragukan klaim leucovorin untuk autisme tanpa bukti kuat. David Mandell dari University of Pennsylvania menyatakan kekhawatirannya terhadap komunikasi yang membingungkan ini dan menekankan pentingnya informasi yang akurat bagi keluarga.

Di tengah ketidakpastian ini, penting bagi keluarga untuk mengandalkan bukti ilmiah yang solid. Keputusan FDA untuk tidak menyetujui leucovorin untuk autisme adalah langkah bijak, namun pertanyaan mengenai pengobatan efektif untuk autisme tetap perlu dijawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 13 Maret 2026)