Inflasi Februari: Stabilitas Harga di Tengah Gejolak Global
ORBITINDONESIA.COM – Inflasi Februari diprediksi tetap stabil meski ada ancaman dari kenaikan harga minyak akibat perang di Iran.
Setelah laporan inflasi Januari yang lebih dingin dari perkiraan, ekonom percaya bahwa inflasi tetap stabil pada Februari, terutama didorong oleh penurunan harga kendaraan dan perumahan. Harga bahan makanan juga diperkirakan turun, membantu memoderasi tren inflasi yang terus-menerus selama beberapa bulan.
Ekonom mengantisipasi bahwa laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Februari akan menunjukkan harga konsumen yang meningkat dan inflasi yang terjebak jauh di atas target 2% dari Federal Reserve. Namun, laporan ini tidak akan mencerminkan lonjakan harga minyak yang disebabkan oleh perang Iran.
Beberapa analis percaya bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, terutama karena laporan ini tidak mencerminkan lonjakan harga minyak baru-baru ini. Ada juga harapan bahwa penurunan harga kendaraan bekas dan bahan makanan dapat mengimbangi beberapa tekanan inflasi.
Meski tekanan global dapat mempengaruhi harga, fokus utama harus pada bagaimana ekonomi dapat mencapai target inflasi 2% dari Fed. Akankah kebijakan moneter cukup fleksibel untuk menanggapi perubahan drastis ini?
(Orbit dari berbagai sumber, 13 Maret 2026)