Kenaikan Harga BBM Akibat Konflik AS-Iran: Dampaknya di AS

ORBITINDONESIA.COM – Brandon Moore memulai Senin pagi dengan berburu bensin termurah di Birmingham, Ala. Sebagai pengemudi pengiriman yang membeli bahan bakarnya sendiri, ia merasakan dampak kenaikan harga yang terkait dengan perang di ribuan mil jauhnya.

Ketika perang yang dipimpin AS dengan Iran memasuki minggu kedua, pengemudi di seluruh negeri merasa terpukul oleh biaya tambahan. Harga rata-rata bensin AS mencapai $3,48 per galon. Kenaikan cepat ini berakar pada pasokan minyak mentah dari Teluk Persia yang terganggu.

Harga energi yang meningkat pesat telah memaksa orang untuk mempertimbangkan bagaimana mereka dapat memperpanjang anggaran mereka. Harga bensin melonjak hampir 17 persen sejak serangan pertama AS dan Israel ke Iran. Konsumen mulai mencari cara untuk mengurangi biaya, seperti menggunakan aplikasi untuk menemukan bensin termurah.

Beberapa orang melihat harga bensin yang tinggi melalui lensa politik, bertanya-tanya apakah Presiden Trump yang harus disalahkan. Sementara yang lain mencurigai adanya manipulasi harga atau kesepakatan rahasia. Ada juga yang merasa perang ini perlu meski tidak menyukai konflik.

Kenaikan harga BBM ini tidak hanya mempengaruhi anggaran sehari-hari tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan luar negeri. Apakah tindakan pemerintah ini akan membawa stabilitas atau justru memperpanjang ketidakpastian ekonomi dan politik? Kita perlu merenungkan dampak jangka panjang dari keputusan ini.

(Orbit dari berbagai sumber, 12 Maret 2026)