Ketegangan Iran: Kontrol Militer dan Tantangan Perubahan Rezim

ORBITINDONESIA.COM – Ketika serangan udara pertama oleh Israel dan Amerika Serikat menghantam Iran, pasukan Garda Revolusi Iran segera dikerahkan di seluruh ibu kota, menciptakan atmosfer ketegangan dan ketidakpastian.

Dalam hitungan jam setelah serangan udara, milisi Garda Revolusi Iran tampak di berbagai sudut kota Tehran. Mereka memeriksa kendaraan dan telepon genggam, waspada terhadap dukungan terhadap perang. Iran berusaha mempertahankan kendali internal di tengah tekanan internasional.

Iran dikenal sebagai teokrasi yang kuat, namun Garda Revolusi merupakan kekuatan militer yang dominan. Mereka memiliki pengaruh besar dalam politik dan ekonomi, menjadi penghalang utama bagi perubahan rezim. Presiden Trump pernah menyarankan agar Garda menyerah untuk mendukung perubahan, namun skenario ini dianggap tidak realistis.

Pengaruh Garda Revolusi dalam menjaga status quo Iran sangat signifikan. Analis percaya bahwa kontrol militer mereka menjadi halangan utama bagi reformasi politik. Meskipun ada tekanan internasional, kekuatan militer Iran tetap menjadi tantangan bagi perubahan internal.

Pertanyaan besar tetap menggantung: Apakah Iran dapat berubah dari dalam tanpa intervensi militer? Dengan kekuatan militer yang begitu mendalam, tampaknya jalan menuju perubahan masih panjang dan penuh tantangan.

(Orbit dari berbagai sumber, 10 Maret 2026)