Perubahan Ekosistem Laut Selatan: Dampak Kehilangan Es Laut
ORBITINDONESIA.COM – Antartika, yang dulu menjadi simbol stabilitas iklim, kini kehilangan esnya dengan cepat, memicu perubahan besar di Samudra Selatan.
Antartika mengalami kehilangan es laut yang drastis dalam sepuluh tahun terakhir, mengganggu habitat spesies seperti krill. Perubahan ini memicu krisis ekologi dengan dampak global.
Penelitian terbaru menunjukkan komposisi fitoplankton di Samudra Selatan berubah, dengan pertumbuhan fitoplankton meningkat di wilayah yang dulunya tertutup es. Ini membuka lingkungan baru bagi organisme mikroskopis, namun membahayakan spesies yang bergantung pada es.
Perubahan dari krill ke salp dapat mengganggu kemampuan Samudra Selatan dalam menyimpan karbon. Salp, yang lebih sedikit menyimpan karbon dibandingkan krill, bisa memperburuk dampak perubahan iklim jika dominan.
Transformasi ekosistem Samudra Selatan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan keanekaragaman hayati laut. Pemantauan satelit akan terus memberikan wawasan, namun dampaknya mungkin baru terasa dalam dekade mendatang.
(Orbit dari berbagai sumber, 6 Maret 2026)