Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Setelah Pecahnya Perang Iran vs Amerika Serikat-Israel
ORBITINDONESIA.COM - Harga minyak dunia melonjak tajam setelah pecahnya perang antara Iran dan Amerika Serikat (dengan keterlibatan Israel). Berikut kondisi terbaru:
Perkembangan Harga Minyak
Brent crude naik sekitar 10% menjadi sekitar USD 80 per barel pada 1 Maret 2026. Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran atas jalur distribusi vital di Selat Hormuz, yang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak global.
WTI crude juga terdorong naik ke kisaran USD 67 per barel, mendekati level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.
Ada prediksi ekstrem bahwa harga bisa naik hingga 100% jika konflik berlanjut dan jalur ekspor benar-benar terganggu.
Faktor Utama Kenaikan
Selat Hormuz: Jalur transit strategis ini menjadi titik rawan. Penutupan atau gangguan di sini langsung memicu kepanikan pasar.
Serangan militer: Balasan rudal Iran terhadap serangan AS-Israel mengganggu pengiriman minyak dan meningkatkan tarif logistik.
Blokade resmi: Laporan terbaru menyebutkan bahwa Iran melalui Garda Revolusi telah menutup Selat Hormuz per 1 Maret 2026, membuat pasar energi global dalam kondisi darurat.
Dampak Global
Negara pengimpor besar mulai mengevaluasi cadangan strategis dan mencari alternatif pasokan, termasuk dari Rusia.
Tekanan besar diperkirakan pada harga BBM di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang sangat bergantung pada impor.
Singkatnya, harga minyak global saat ini sedang dalam tren naik tajam akibat eskalasi konflik Iran-AS, dengan Selat Hormuz sebagai titik paling kritis.***