Eskalasi Tarif Impor: Ketegangan Baru Antara Ekuador dan Kolombia

ORBITINDONESIA.COM – Pemerintah Ekuador mengumumkan kenaikan tarif impor dari Kolombia, meningkatkan tarif dari 30 persen menjadi 50 persen mulai 1 Maret.

Keputusan ini menandai eskalasi dalam sengketa perdagangan dan keamanan yang semakin intensif antara dua negara tetangga Andean ini. Presiden sayap kanan Ekuador, Daniel Noboa, telah menekan rekan sayap kiri di Kolombia, Gustavo Petro, untuk meningkatkan keamanan perbatasan.

Sejak pandemi COVID-19, Ekuador mengalami lonjakan kekerasan akibat ekspansi kejahatan terorganisir. Noboa menyalahkan Petro karena kurang agresif dalam memerangi perdagangan narkotika. Seperti Trump, Noboa mengandalkan tarif terhadap Kolombia untuk memaksa kepatuhan pada strategi keamanan nasional Ekuador.

Tindakan proteksionis ini juga didorong oleh defisit perdagangan yang meningkat. Data menunjukkan bahwa hampir 4 persen ekspor Kolombia pergi ke Ekuador, senilai sekitar $2,13 miliar. Meski demikian, sedikit ekspor yang bergerak dari Ekuador ke Kolombia.

Ketegangan ini bisa memperburuk situasi di Ekuador, terutama dengan ancaman pemadaman listrik akibat penangguhan penjualan energi oleh Kolombia. Dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan keamanan, bagaimana kedua negara ini bisa menemukan jalan keluar dari kebuntuan ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 28 Februari 2026)