Melonjaknya Harga Rumah dan Krisis Keterjangkauan di Era Trump

ORBITINDONESIA.COM – Harga rumah yang terus melonjak membebani masyarakat Amerika, memicu krisis keterjangkauan yang semakin parah.

Pertumbuhan ekonomi yang pesat di bawah pemerintahan Trump telah menyebabkan harga properti melambung tinggi. Di banyak kota besar, keluarga berpenghasilan menengah kesulitan membeli rumah. Fenomena ini memicu ketidakpuasan dan ketidakstabilan sosial.

Data menunjukkan bahwa harga rumah meningkat lebih dari 20% dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, pendapatan rata-rata hanya naik sekitar 5%. Banyak ahli berpendapat bahwa kebijakan deregulasi dan pemotongan pajak yang diterapkan Trump berkontribusi pada situasi ini. Pasar properti menjadi semakin kompetitif, terutama bagi pembeli pertama yang terpaksa bersaing dengan investor besar.

Beberapa ekonom berpendapat bahwa kebijakan pemerintah yang lebih inklusif dan berfokus pada pembangunan perumahan yang terjangkau dapat menjadi solusi. Namun, ini memerlukan perubahan paradigma dalam cara pandang pemerintah terhadap sektor properti. Kebijakan yang memprioritaskan insentif bagi pengembang perumahan rakyat bisa menjadi jalan keluar.

Krisis keterjangkauan perumahan ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Jika tidak ditangani dengan baik, masalah ini akan terus memperparah ketimpangan sosial. Pertanyaannya kini adalah: bagaimana kita bisa memastikan bahwa setiap orang memiliki akses ke tempat tinggal yang layak?

(Orbit dari berbagai sumber, 9 Februari 2026)