Pertemuan Pemimpin untuk Perdamaian Gaza: Tantangan dan Harapan
ORBITINDONESIA.COM – Pertemuan pemimpin dunia untuk Perdamaian Gaza dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari di Gedung Putih, bertujuan mempercepat implementasi perjanjian gencatan senjata dan penggalangan dana rekonstruksi.
Gedung Putih berencana memanfaatkan pertemuan ini untuk mendorong pelaksanaan fase kedua dari kesepakatan gencatan senjata Gaza serta mengumpulkan dana bagi rekonstruksi. Namun, skeptisisme menyelimuti pembentukan Dewan Perdamaian yang diketuai oleh Trump, terutama karena beberapa sekutu Barat enggan bergabung.
Pemerintahan Trump telah menghubungi puluhan negara untuk membahas logistik pertemuan ini. Sementara itu, pergerakan fase kedua dari kesepakatan gencatan senjata berjalan lambat, dengan Israel hanya membuka sedikit akses di perbatasan Rafah dan pemerintah teknokrat Palestina masih bekerja dari Mesir.
Meskipun usaha internasional untuk demilitarisasi Hamas sedang berlangsung, Israel bersikeras bahwa tanpa demilitarisasi, mereka tidak akan menarik pasukannya dari Gaza. Di sisi lain, skeptisisme Netanyahu terhadap rencana AS menambah lapisan kompleksitas dalam upaya perdamaian ini.
Pertemuan ini dapat menjadi momentum penting bagi perdamaian di Gaza jika berhasil mengatasi tantangan yang ada. Namun, pertanyaan tetap ada: dapatkah komunitas internasional benar-benar mencapai solusi yang berkelanjutan? (Orbit dari berbagai sumber, 8 Februari 2026)