Memetakan Materi Gelap dengan Teleskop James Webb: Terobosan Kosmis

ORBITINDONESIA.COM – Menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb, para astronom berhasil memetakan wilayah materi gelap terbesar di alam semesta, memperdalam pemahaman kita tentang substansi misterius ini dan bagaimana ia membentuk lanskap kosmik.

Materi gelap terkenal sulit dipelajari karena tidak berinteraksi dengan cahaya. Para astronom hanya bisa mendeteksinya melalui efek gravitasinya pada materi 'biasa'. Pengamatan menunjukkan bahwa ada sekitar lima kali lebih banyak materi gelap di alam semesta dibandingkan materi biasa.

Studi baru yang diterbitkan di jurnal Nature Astronomy memetakan bagian langit di konstelasi Sextans. Dengan menggunakan JWST, para peneliti menghabiskan 255 jam untuk membangun gambar materi yang terlihat, termasuk bintang, galaksi, dan debu kosmik. Mereka mengidentifikasi hampir 800.000 galaksi, sepuluh kali lebih banyak daripada yang terlihat oleh teleskop berbasis darat di wilayah yang sama.

Peta detail ini dapat memberi ilmuwan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana materi gelap membentuk evolusi alam semesta. Tanpa materi gelap, kita mungkin tidak memiliki unsur di galaksi kita yang memungkinkan kehidupan muncul. Ini menyoroti peran penting materi gelap dalam membentuk tatanan kosmos saat ini.

Para peneliti berencana untuk terus memetakan materi gelap di masa depan dengan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman. Meski peta materi gelap Roman akan jauh kurang detail dibanding JWST, ini tetap menjadi langkah maju dalam memahami kosmos. Apakah kita dapat sepenuhnya mengungkap rahasia materi gelap yang selama ini tersembunyi dalam bayang-bayang alam semesta?

(Orbit dari berbagai sumber, 8 Februari 2026)