Capgemini Jual Anak Perusahaan AS Akibat Kontrak Kontroversial dengan ICE
ORBITINDONESIA.COM – Pengumuman Capgemini untuk menjual anak perusahaan AS-nya memicu diskusi global tentang tanggung jawab perusahaan terhadap kebijakan imigrasi kontroversial.
Teknologi raksasa asal Prancis, Capgemini, menghadapi tekanan dari politisi Prancis setelah diketahui bahwa anak perusahaannya bekerja sama dengan ICE dalam melacak individu untuk penegakan imigrasi. Langkah ini menuai kritik, terutama setelah insiden penembakan fatal oleh agen Perbatasan di AS yang memicu protes nasional.
Capgemini Government Solutions terikat kontrak sejak Desember untuk menyediakan layanan pelacakan dengan nilai lebih dari $4,8 juta. Ini adalah salah satu dari 13 kontrak yang dimiliki dengan ICE. Ketidakmampuan perusahaan untuk mengontrol operasi anak perusahaan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang keselarasan dengan tujuan grup.
Kritik terhadap praktik ICE meningkat, terutama dari politisi Prancis. Menteri Keuangan Prancis menyerukan transparansi kontrak, sementara oposisi menyerukan sanksi terhadap perusahaan Prancis yang bekerja sama dengan ICE. Ini memunculkan diskusi tentang etika korporat dalam kebijakan imigrasi.
Keputusan Capgemini untuk menjual anak perusahaan AS-nya menunjukkan tekanan global terhadap perusahaan dalam era kebijakan imigrasi yang kontroversial. Pertanyaan tetap tentang bagaimana perusahaan harus menavigasi kontrak pemerintah yang menimbulkan ketidaksetujuan publik.
(Orbit dari berbagai sumber, 4 Februari 2026)