Menguak Evolusi Sosial: Dari Kecoa ke Rayap

ORBITINDONESIA.COM – Rayap, makhluk sukses dengan koloni jutaan anggota, berevolusi dari nenek moyang kecoa yang soliter. Bagaimana ini bisa terjadi?

Studi terbaru dari Universitas Sydney mengungkap bahwa rayap tak menjadi lebih kompleks secara sosial dengan memperoleh gen baru, tetapi dengan kehilangan gen. Kehilangan ini termasuk gen terkait kompetisi sperma, membuka wawasan baru tentang peran monogami dalam evolusi masyarakat serangga.

Penelitian internasional ini menelusuri evolusi rayap dari kecoa yang mulai memakan kayu mati. Perubahan diet ini memicu perubahan genetik dan sosial, menghasilkan rayap dengan koloni yang sangat terorganisir. Temuan bahwa genom rayap lebih sederhana dari kecoa bertentangan dengan asumsi bahwa masyarakat hewan yang lebih kompleks membutuhkan genom yang lebih kompleks.

Hilangnya gen pembentuk ekor sperma menunjukkan monogami telah berevolusi. Monogami, dan tingginya kekerabatan, terbukti krusial dalam evolusi masyarakat rayap. Ini menantang pandangan bahwa kekerabatan tinggi tidak penting dalam evolusi sosial yang kompleks.

Dengan menggabungkan genomik, fisiologi, dan perilaku, studi ini memberikan penjelasan komprehensif tentang evolusi sosial rayap. Pemahaman tentang evolusi sosial tak selalu tentang menambah sifat baru, tetapi kadang tentang apa yang dilepaskan oleh evolusi. Bagaimana kita dapat menerapkan pelajaran dari rayap ini untuk memahami evolusi sosial di spesies lain?