China dan Inggris: Membangun Kemitraan Strategis Baru
ORBITINDONESIA.COM – Setelah bertahun-tahun hubungan tegang, China dan Inggris berupaya mengembangkan kemitraan strategis jangka panjang usai pertemuan penting antara Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Hubungan antara China dan Inggris telah mengalami ketegangan akibat tindakan keras Beijing terhadap protes demokratis di Hong Kong serta tuduhan spionase. Meski demikian, pertemuan terbaru antara pemimpin kedua negara menunjukkan perubahan positif dalam hubungan bilateral.
China dan Inggris sepakat meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, kesehatan, keuangan, dan penelitian kecerdasan buatan. Situasi ini terjadi di tengah ketidakpastian hubungan tradisional Inggris dengan sekutu lain, terutama Amerika Serikat, yang dipicu oleh kebijakan luar negeri Presiden Trump.
Langkah diplomatik Starmer sejalan dengan Kanada yang baru-baru ini menandatangani perjanjian dagang dengan China. Inggris tampaknya berupaya mendiversifikasi mitra dagang di tengah ketegangan dengan Washington, sambil tetap waspada terhadap ancaman keamanan potensial.
Meskipun tantangan tetap ada, upaya Inggris untuk memperkuat hubungan dengan China mencerminkan kebutuhan akan strategi yang lebih seimbang dalam perdagangan internasional. Akankah strategi ini membawa manfaat nyata bagi kedua negara, atau justru menambah kompleksitas hubungan global?
(Orbit dari berbagai sumber, 1 Februari 2026)