S&P 500 Cetak Rekor 7,000: Dampak Ekonomi dan Masa Depan

ORBITINDONESIA.COM – Indeks S&P 500 mencapai tonggak penting pada Rabu dengan menembus angka 7,000 untuk pertama kalinya sebelum akhirnya turun kembali.

Indeks pasar yang luas ini mengakhiri hari dengan sedikit penurunan 0,01% pada 6,978.03. Sebelumnya, S&P 500 sempat naik 0,3% dan mencapai puncak intraday 7,002.28. Dow Jones Industrial Average naik 12.19 poin, atau 0.02%, sementara Nasdaq Composite meningkat 0.17%.

Keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3.5% hingga 3.75% memicu pergerakan imbal hasil Treasury. Pernyataan dari bank sentral menunjukkan aktivitas ekonomi berkembang pesat dengan tingkat pengangguran menunjukkan stabilisasi. Kenaikan S&P 500 didorong oleh saham chip yang meningkat setelah hasil pendapatan yang positif.

Ketua Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa kebijakan saat ini tidak terlalu ketat. Portfolio manager Jed Ellerbroek memprediksi Fed akan mempertahankan posisinya hingga akhir masa jabatan Powell pada Mei. Kenaikan permintaan semikonduktor terkait AI menjadi faktor pendorong, sementara permintaan di sektor lain masih lemah.

Terlepas dari kenaikan sektor chip, pasar yang lebih luas akhirnya tertarik ke bawah. Hasil pendapatan dari perusahaan teknologi besar diantisipasi, sementara di luar sektor teknologi, Starbucks mengalami penurunan saham. Bagaimana pasar akan bereaksi terhadap data ekonomi dan keputusan kebijakan selanjutnya?

(Orbit dari berbagai sumber, 1 Februari 2026)