Serangan Drone Rusia ke Kereta Sipil di Ukraina: Terorisme Modern

ORBITINDONESIA.COM – Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menyebabkan lima korban tewas dan mengguncang Ukraina dengan teror baru.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina, di mana infrastruktur sipil sering kali menjadi target. Dalam insiden ini, kereta yang diserang mengangkut hampir 300 penumpang yang sebagian besar adalah keluarga dari tentara di garis depan.

Serangan langsung terhadap kereta penumpang jarang terjadi, meskipun Rusia telah menargetkan infrastruktur kereta api sebelumnya. Kejadian ini menyoroti eskalasi serangan terhadap fasilitas sipil, yang bertujuan menimbulkan ketakutan dan disrupsi sosial di Ukraina. Data menunjukkan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil meningkat seiring ketegangan yang terus memuncak.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya tidak dapat diterima. Pandangan ini mencerminkan kecaman internasional terhadap aksi-aksi Rusia, yang dinilai sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan hukum perang. Serangan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga memperdalam krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Serangan terhadap kereta penumpang di Kharkiv menambah daftar panjang kekejaman dalam konflik Rusia-Ukraina. Insiden ini memicu pertanyaan tentang bagaimana masyarakat internasional dapat lebih efektif dalam mencegah serangan terhadap warga sipil. Dunia harus bertindak lebih tegas untuk melindungi nyawa tak berdosa di tengah ketidakstabilan yang terus berlangsung.

(Orbit dari berbagai sumber, 31 Januari 2026)