Presiden AS Trump Umumkan Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang Akan Dipimpin Trump Sendiri
ORBITINDONESIA.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Kamis, 15 Januari 2026 mengatakan bahwa Dewan Perdamaian untuk Gaza telah dibentuk dan anggota dewan akan segera diumumkan.
"Menjadi suatu kehormatan besar bagi saya untuk mengumumkan bahwa DEWAN PERDAMAIAN telah dibentuk," kata Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
Dia menggambarkannya sebagai "Dewan Terhebat dan Paling Bergengsi yang pernah ada."
Pernyataan Trump tersebut disampaikan sehari setelah utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengumumkan peluncuran fase kedua kesepakatan damai Gaza, dengan fokus pada demiliterisasi, pemerintahan teknokratis, dan rekonstruksi Jalur Gaza yang dilanda konflik.
Menurut kesepakatan damai tersebut, Dewan Perdamaian akan dipimpin oleh Trump sendiri.
Spanyol, pada Kamis menyambut baik pembentukan komite nasional untuk mengelola Jalur Gaza, dengan menyebut langkah tersebut sebagai “tahap positif” menuju pelaksanaan penuh fase kedua rencana perdamaian serta “pemulihan persatuan Palestina” di bawah Otoritas Nasional Palestina.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Spanyol mengatakan komite yang terdiri dari tokoh-tokoh Palestina itu dapat “berkontribusi pada stabilitas” di Jalur Gaza dan membantu meredakan “bencana kemanusiaan” dengan memfasilitasi peningkatan masuknya bantuan ke wilayah yang dikepung tersebut.
“Pembentukan komite yang terdiri dari tokoh-tokoh Palestina untuk mengelola Jalur Gaza merupakan langkah positif menuju pelaksanaan penuh fase kedua rencana perdamaian dan meletakkan dasar bagi pemulihan persatuan Negara Palestina di bawah Otoritas Nasionalnya,” demikian pernyataan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Spanyol kembali menegaskan “dukungan kuat” Madrid terhadap Otoritas Nasional Palestina sebagai “satu-satunya mitra perdamaian”, serta menekankan peran pentingnya selama masa transisi.
Spanyol juga menegaskan kembali komitmennya terhadap upaya internasional untuk mencapai perdamaian di Jalur Gaza dan menyampaikan apresiasi atas peran para mediator, yakni Qatar, Turkiye, dan Mesir, dalam mendorong implementasi rencana perdamaian tersebut.
Pernyataan itu menambahkan bahwa rencana perdamaian, bersama dengan Deklarasi New York tentang pelaksanaan solusi dua negara, merupakan jalan menuju “perdamaian yang adil dan berkelanjutan” di kawasan Timur Tengah.
Pada Rabu, utusan Amerika Serikat Steve Witkoff mengumumkan bahwa fase kedua perjanjian gencatan senjata telah dimulai sebagai bagian dari rencana 20 poin Presiden Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza.
Witkoff mengatakan fase kedua akan membentuk pemerintahan transisi Palestina yang bersifat teknokratis, yakni Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), serta memulai upaya rekonstruksi di wilayah yang sebagian besar hancur akibat hampir dua tahun menjadi korban perang genosida Israel.***