Kunjungan Perdana Menteri Kanada ke China: Upaya Memulihkan Hubungan Dagang
ORBITINDONESIA.COM – Perdana Menteri Kanada Mark Carney melakukan kunjungan bersejarah ke China untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade, dalam upaya memulihkan hubungan dagang yang retak.
Kunjungan ini terjadi di tengah ketegangan hubungan Kanada dengan Amerika Serikat, yang telah lama menjadi mitra dagang utama Kanada. Tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump membuat Kanada mencari mitra dagang baru, termasuk China. Carney berencana menggandakan ekspor non-Amerika dalam dekade mendatang.
Pertemuan Carney dengan Presiden China Xi Jinping bertujuan untuk menghidupkan kembali kemitraan strategis yang telah lama tidak aktif. Meskipun ada kemajuan terkait isu perdagangan, beberapa tarif mungkin tidak sepenuhnya dihapuskan. Hubungan Kanada dengan China sebelumnya tegang, terutama setelah penahanan eksekutif Huawei, Meng Wanzhou, dan dua warga Kanada oleh China.
Kunjungan ini mencerminkan pergeseran strategis Kanada di bawah kepemimpinan Carney. Namun, hubungan Kanada-AS yang kuat tetap menjadi faktor penting. Beberapa pihak melihat keputusan politik domestik, seperti penarikan diri dari kunjungan ke Taiwan, sebagai bentuk kompromi terhadap otoritarianisme Beijing.
Kunjungan Carney dapat menjadi titik awal baru dalam hubungan Kanada-China. Namun, pertanyaan tetap ada tentang bagaimana Kanada akan menyeimbangkan hubungan dengan kedua kekuatan besar ini. Apakah Kanada dapat memperkuat kemandirian ekonominya di tengah ketidakpastian global?
(Orbit dari berbagai sumber, 15 Januari 2026)