Operasi Serangan Presisi AS terhadap ISIS di Suriah

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah ketegangan yang terus berlanjut, AS dan sekutunya melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sasaran ISIS di Suriah, menandai babak baru dalam upaya global melawan terorisme.

Serangan ini merupakan bagian dari Operasi Hawkeye Strike, yang dimulai setelah serangan mematikan ISIS terhadap pasukan AS di Palmyra. Operasi ini menargetkan lebih dari 35 sasaran dengan lebih dari 90 amunisi presisi, melibatkan berbagai pesawat tempur dari AS dan Yordania.

Operasi ini menunjukkan komitmen AS di bawah pemerintahan Trump untuk bertindak tegas melawan ancaman terorisme. Sebelumnya, antara 20 dan 29 Desember, pasukan AS telah membunuh atau menangkap hampir 25 anggota ISIS. Serangan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk melemahkan infrastruktur dan kekuatan ISIS di wilayah tersebut.

Meskipun ISIS telah melemah, keberadaannya yang masih aktif di Suriah menunjukkan tantangan berkelanjutan dalam memastikan stabilitas di wilayah tersebut. Keberhasilan operasi ini dapat menjadi indikator efektivitas strategi militer AS, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang dampak jangka panjangnya terhadap keamanan regional.

Dengan Suriah yang masih dalam keadaan rapuh setelah jatuhnya rezim Assad, operasi semacam ini dapat memberikan tekanan tambahan pada situasi yang sudah tegang. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana dunia internasional dapat mendukung transisi damai sambil mengatasi ancaman terorisme yang terus ada.

(Orbit dari berbagai sumber, 13 Januari 2026)