Pasokan Perumahan: Masalah Nyata di Balik Kenaikan Harga
ORBITINDONESIA.COM – Ketika harga rumah terus melonjak, banyak yang mencari kambing hitam. Namun, masalah sebenarnya terletak pada kurangnya pasokan perumahan di Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump telah mencoba mengalihkan perhatian dari masalah ini dengan menyalahkan investor Wall Street. Namun, kenyataannya adalah bahwa Amerika membutuhkan sekitar 4 juta rumah tambahan untuk menurunkan harga ke tingkat yang terjangkau, menurut penelitian Goldman Sachs.
Banyak ekonom, termasuk Jake Krimmel dari Realtor.com, menekankan bahwa peran investor institusional dalam kenaikan harga rumah terlalu dibesar-besarkan. Bahkan jika larangan terhadap investor besar diterapkan, itu tidak akan menyelesaikan krisis pasokan yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Trump berencana membeli obligasi hipotek senilai $200 miliar guna menurunkan suku bunga, tetapi ini tidak akan meningkatkan jumlah rumah yang tersedia. Daryl Fairweather dari Redfin menyebut langkah ini sebagai solusi sementara yang mengabaikan permasalahan mendasar.
Solusi jangka panjang terletak pada insentif bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pasokan. Ini bisa berupa standar dan pedoman untuk mempercepat perizinan atau meningkatkan kapasitas zona. Namun, langkah-langkah ini seringkali tidak menarik perhatian media atau pemilih.
(Orbit dari berbagai sumber, 13 Januari 2026)